KRUENG GEUKUEH- Selama konflik berkepanjangan di Provinsi Aceh, membuat pembangunan diberbagai sektor menjadi terkendala. Namun, kini Aceh sudah damai, aman dan kondusif pasca perjanjian MoU Helsinki RI-GAM pada tahun 2005 lalu.
Kondisi perdamaian Aceh ini, membawa dampak yang positif bagi semua pihak untuk melakukan pembangunan, peningkatkan perekonomian masyarakat dan di sektor-sektor lainnya.
“Jadi pembangunan yang dilaksanakan di Aceh, kita harapkan jangan ada lagi pihak-pihak menghambat pembangunan, seperti melakukan pungli dan pengutipan dalam bentuk apapun, baik dari kalangan pemerintah maupun non pemerintah,”tegas Wakil Gubernur (Wagub) Aceh, Muhammad Nazar, kepada wartawan, usai membuka North Aceh Expo ke-III 2009, di Pelabuhan Umum Krueng Geukueh, Aceh Utara, Kamis (10/12) sore.
Sebut M. Nazar, bagi masyarakat juga dapat bekerja serius dalam mendukung pembangunan, apalagi kini direncanakan mengaktifkan kembali transportasi laut sebagai jalur ekspor-impor melalui sarana pelabuhan. “Tahun ini kita upaya dua pelabuhan dulu, yakni Pelabuhan Malahayati Banda Aceh dan Pelabuhan Umum Krueng Geukueh, Aceh Utara,”ucap Wagub. Kata dia, dua hari lalu dirinya juga mendengarkan informasi dari para dunia usaha bahwa mereka sudah mulai mengangkut barang asal Jakarta ke Aceh dan Medan tujuan Aceh dengan menggunakan jalur transportasi laut.
“Kapal yang digunakan itu milik BUMN dan akan lebih murah sekitar 50 persen biayanya jika dibandingkan dengan jalur transportasi lainnya. Mungkin kapal itu juga akan masuk ke Lhokseumawe,”imbuhnya, seraya menambahkan, apabila ini betul-betul terjadi merupakan sebagai langkah baru untuk Provinsi Aceh.
Dukung Expo 2009
Sementara itu Wakil Gubernur M. Nazar, juga menyatakan, dirinya sangat mendukung kegiatan North Aceh Expo, apalagi ada kaitannya untuk menghidupkan Pelabuhan Umum Krueng Geukueh sebagai jalur transportasi laut untuk ekspor-impor.
“Saya kira diAceh harus lebih banyak dilakukan event-event dan kegiatan perekonomian, kebudayaan, olahraga dan lainnya supaya dapat mendorong masyarakat lebih kreatif dalam menciptakan kehidupan mereka lebih baik kedepan,”ungkapnya. Untuk itu, lanjut M. Nazar, produk-produk unggulan masyarakat harus dapat dibina oleh Pemerintah Provinsi Aceh dan Pemerintah Kabupaten/Kota.
“Misalnya, di Aceh Utara ada pinang, coklat, sawit dan lainnya sehingga dapat dilakukan pembinaan yang serius dan kuat dari pemerintah dan dunia usaha, dengan untuk mengingkatkan perekonomian daerah kearah yang lebih baik kedepan,”pintanya.(arm)
Kondisi perdamaian Aceh ini, membawa dampak yang positif bagi semua pihak untuk melakukan pembangunan, peningkatkan perekonomian masyarakat dan di sektor-sektor lainnya.
“Jadi pembangunan yang dilaksanakan di Aceh, kita harapkan jangan ada lagi pihak-pihak menghambat pembangunan, seperti melakukan pungli dan pengutipan dalam bentuk apapun, baik dari kalangan pemerintah maupun non pemerintah,”tegas Wakil Gubernur (Wagub) Aceh, Muhammad Nazar, kepada wartawan, usai membuka North Aceh Expo ke-III 2009, di Pelabuhan Umum Krueng Geukueh, Aceh Utara, Kamis (10/12) sore.
Sebut M. Nazar, bagi masyarakat juga dapat bekerja serius dalam mendukung pembangunan, apalagi kini direncanakan mengaktifkan kembali transportasi laut sebagai jalur ekspor-impor melalui sarana pelabuhan. “Tahun ini kita upaya dua pelabuhan dulu, yakni Pelabuhan Malahayati Banda Aceh dan Pelabuhan Umum Krueng Geukueh, Aceh Utara,”ucap Wagub. Kata dia, dua hari lalu dirinya juga mendengarkan informasi dari para dunia usaha bahwa mereka sudah mulai mengangkut barang asal Jakarta ke Aceh dan Medan tujuan Aceh dengan menggunakan jalur transportasi laut.
“Kapal yang digunakan itu milik BUMN dan akan lebih murah sekitar 50 persen biayanya jika dibandingkan dengan jalur transportasi lainnya. Mungkin kapal itu juga akan masuk ke Lhokseumawe,”imbuhnya, seraya menambahkan, apabila ini betul-betul terjadi merupakan sebagai langkah baru untuk Provinsi Aceh.
Dukung Expo 2009
Sementara itu Wakil Gubernur M. Nazar, juga menyatakan, dirinya sangat mendukung kegiatan North Aceh Expo, apalagi ada kaitannya untuk menghidupkan Pelabuhan Umum Krueng Geukueh sebagai jalur transportasi laut untuk ekspor-impor.
“Saya kira diAceh harus lebih banyak dilakukan event-event dan kegiatan perekonomian, kebudayaan, olahraga dan lainnya supaya dapat mendorong masyarakat lebih kreatif dalam menciptakan kehidupan mereka lebih baik kedepan,”ungkapnya. Untuk itu, lanjut M. Nazar, produk-produk unggulan masyarakat harus dapat dibina oleh Pemerintah Provinsi Aceh dan Pemerintah Kabupaten/Kota.
“Misalnya, di Aceh Utara ada pinang, coklat, sawit dan lainnya sehingga dapat dilakukan pembinaan yang serius dan kuat dari pemerintah dan dunia usaha, dengan untuk mengingkatkan perekonomian daerah kearah yang lebih baik kedepan,”pintanya.(arm)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar